Total Tayangan Halaman

Jumat, 01 Februari 2013

Manusia dan Kebudayaan


Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Allah yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :
  1. Jasad adalah badan manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba, difoto, dan menempati ruang dan waktu.
  2. Hayat adalah mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.
  3. Ruh adalah bimbingan dan pimpinan Allah, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
  4. Nafsu adalah keasadaran tentang diri sendiri. 


Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :
  1. id yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak.
  2. Ego merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id kedalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
  3. Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira – kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan Id dan Ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego merupakan kesatuan standar – standar moral yang diterima oleh Ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasannya merupakan asimilasi dari pandangan – pandangan orang tua.




Uploaded From : www.Google.com





Hakekat Manusia

  • Manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan Allah yang lain. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal pikiran serta hawa nafsu. Allah menanamkan akal dan pikiran kepada manusia agar dapat digunakan untuk kebaikan mereka masing – masing dan untuk orang di sekitar mereka. Manusia diberikan hawa nafsu agar mampu tetap hidup di bumi ini.
  • Manusia diturunkan ke bumi oleh Allah agar dapat menjadi khalifah dan pemimpin. Menghuni bumi yang kita tinggali sekarang ini untuk melanjutkan hidup sebelum kembali kepada-Nya. Salah satu hakekat manusia lainnya ialahmanusia sebagai makhluk sosial, hidup berdampingan satu sama lain, berinteraksi dan saling berbagi. 



pengertian dari kebudayaan ini sangat bermacam-macam definisi yang telah dipikirkan oleh sarjana bidang sosial budaya diseluruh dunia antara lain sebagai berikut :
  1. Seorang antropologi yaitu E.B.Tylor (1871) mendefinisikan kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan – kemampuan yang lain serta kebiasaan – kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
  2. Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi mendefenisikan kebudayaan adalah sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk masyarakat.
  3. Sutan Takdir Alisyahbana mendefinisikan kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir, hal ini amat luas apa yang disebut kebudayaan, sebab semua laku dan perbuatan tercakup di dalamnya, dan dapat diungkapkan pada basis dan cara berfikir, perasaan juga maksud pikiran.



Kaitannya manusia dengan kebudayaan





Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduannya berbeda tetapi keduannya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Contoh sederhana yang dapat kita lihat adalah hubungan antara manusia dengan peraturan – peraturan kemasyarakatan. Pada saat awalnya peraturan itu dibuat oleh manusia, setelah peraturan itu jadi maka manusia yang membuatnya harus patuh kepada peraturan yang dibuatnya sendiri itu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercakup dalam suatu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia yang membuatnnya.

Jadi dapat diartikan bahwa manusia yang membetuk kebudayaan itu sendiri, dan manusia pula yang kemudian mengikuti kebudayaannya masing-masing. Menjadikan keberanekaragaman kebudayaan dan menciptakan kondisi yang indah dan harmonis dengan tingkah laku serta atitude yang baik. Dengan demikian kebudayaan dapat pula diartikan sebagai buah budi dari manusia itu sendiri.

Sumber :




http://muhammadnajibcs.blogspot.com/2011/10/soft-skill-manusia-dan-kebudayaan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar